Obat chemical

Koagulan dan Floculan

Pada era ini, pertumbahan industri di Indonesia kian meningkat, hal ini di buktikan dengan banyak nya perusahaan lokal yang berdiri di bidang industri dan banyaknya perusahaan asing yang mendirikan perusahaannya di Indonesia. Banyak nya perusahaan yang bergerak di bidang industri, tidak menutup kemungkinan akan adanya pencemaran lingkungan. Hal ini bisa di liat dari banyaknya perusahaan-perusahaan yang lalai dalam menjaga ke asrian lingkungannya,  sehingga berdampak pada pencemaran lingkungan. Padahal jika kita melihat perusahaan tersebut sangat berperan penting di dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan juga baik,  agar menciptakan keberlangsungan kehidupan manusia yang lebih baik . Harusnya perusahaan memperhatikan tentang  pembuangan dan pengolahan limbah agar tidak mengakibatkan kerusakan dan pencemaran pada lingkungan sekitar.

koagulasi dan flokulasi merupakan dua proses yang terangkai menjadi proses tak terpisahkan. Pada proses koagulasi terjadi destabilisasi koloid dan partikel dalam air sebagai akibat dari pengadukan cepat dan pembubuhan bahan kimia (disebut koagulan). Akibat pengadukan cepat, koloid dan partikel yang stabil berubah menjadi tidak stabil karena terurai menjadi partikel yang bermuatan positif dan negatif. Pembentukan ion positif dan negatif juga dihasilkan dari proses penguraian koagulan. Proses ini berlanjut dengan pembentukan ikatan antara ion positif dari koagulan (misal Al3+) dengan ion negatif dari partikel (misal OH–) dan antara ion positif dari partikel (misal Ca2+) dengan ion negatif dari koagulan (misal SO42-) yang menyebabkan pembentukan inti flok (presipitat).

Segera setelah terbentuk inti flok, diikuti oleh proses flokulasi, yaitu penggabungan inti flok menjadi flok berukuran lebih besar yang memungkinkan partikel mengendap. penggabungan flok kecil menjadi flok besar terjadi karena adanya tumbukan antar flok. Tumbukan ini terjadi akibat adanya pengadukan lambat.

Proses koagulasi dibantu oleh bahan kimia yang disebut koagulan, sedangkan proses koagulasi dibantu oleh flokulan. Koagulan yang sering digunakan adalah aluminium sulfat dan garam-garam besi. Sedangkan flokulan yang sering digunakan adalah polielektrolit. Pemilihan koagulan dan konsentrasinya dapat ditentukan berdasarkan studi laboratorium menggunakan jar test untuk mendapatkan kondisi optimum.

Leave a Reply

Your email address will not be published.